15 SMP di Kabupaten Banjar Resmi Bergandengan Tangan dengan Dinsos P3AP2KB: Stop Kekerasan di Sekolah!
Sebanyak 15 Kepala SMP di Kabupaten Banjar menjalin kerja sama dengan Dinsos P3AP2KB pada Selasa (22/9/2026) untuk memperkuat program Satuan Pendidikan Ramah Anak. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan maupun kekerasan.
MARTAPURA – Langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif terus diperkuat di Kabupaten Banjar. Sebanyak 15 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Banjar menyambangi Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar pada Selasa (22/9/2026).

Dokumentasi SKPD
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melangsungkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait implementasi dan penguatan program Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) di lingkungan sekolah masing-masing.
Rombongan para kepala sekolah tersebut diterima dengan hangat di Ruang Kerja Kepala Dinas oleh Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar bersama Kepala Seksi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPPA).
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas langkah-langkah strategis untuk memastikan hak-hak anak di lingkungan sekolah dapat terpenuhi secara optimal. Kerja sama ini difokuskan pada pencegahan segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan (bullying), pelecehan, diskriminasi, hingga tindakan kekerasan fisik maupun verbal di lingkup satuan pendidikan.

Dokumentasi Penulis
Melalui kemitraan resmi ini, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar berkomitmen untuk memberikan pendampingan secara berkala, edukasi mengenai hak anak, serta penyediaan jalur layanan pengaduan dan penanganan jika terjadi kasus yang melibatkan peserta didik.

Dokumentasi Penulis
Di sisi lain, 15 kepala sekolah yang hadir berkomitmen untuk menerjemahkan kesepakatan ini ke dalam kebijakan internal sekolah. Hal itu mencakup penyediaan sarana prasarana yang ramah anak, penerapan metode pembelajaran tanpa kekerasan, hingga pembentukan tim pencegahan kekerasan di tingkat sekolah.
Penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Banjar untuk turut serta mewujudkan ekosistem pendidikan yang melindungi, mengayomi, dan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal.
Demi menjaga kenyamanan dan pengalaman terbaik mengunjungi SerambiPikir, kami memilih tidak menggunakan iklan AdSense. Anda tetap dapat ikut merawat SerambiPikir melalui kontribusi sukarela. Dukungan Anda membantu ruang ini terus tumbuh dan tetap terbuka bagi semua.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan
pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya