Lindungi Anak dari Kekerasan, Dinsos P3AP2KB Banjar dan Pemprov Kalsel Perkuat Kader PATBM
Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Lomba Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) 2026 untuk mencegah kekerasan anak. Kepala Dinsos Banjar menyebut acara ini pemicu semangat kader, Kasi PHPPA menekankan pemahaman kriteria penilaian, dan Kasi Perlindungan Khusus Anak Kalsel mengapresiasi PATBM sebagai ujung tombak perlindungan anak.

Paparan Materi dari DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan
MARTAPURA – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Lomba Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kabupaten Banjar Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Berlian Guest House Sultan Sulaiman Martapura, Rabu (7/10/2026) ini dilaksanakan guna memperkuat sinergi elemen masyarakat dalam meminimalisasi serta mencegah tindak kekerasan terhadap anak di tingkat desa dan kelurahan.

Sambutan Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar
Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat sebagai benteng utama perlindungan anak di lingkungan sekitar.
"Lomba PATBM ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana evaluasi dan pemicu semangat bagi kader di lapangan untuk mengoptimalkan gerakan perlindungan anak yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Banjar," ujar Erny.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPPA) Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Dyah Febria Wardhani, menambahkan bahwasanya sosialisasi ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis serta pendataan kader PATBM di lapangan.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memastikan para pengurus dan kader PATBM memahami kriteria penilaian serta mekanisme pemenuhan hak-hak anak dan pencegahan kekerasan yang terintegrasi di tingkat desa," ungkap Dyah.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Seksi Perlindungan Khusus Anak DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan, EM. Indriani, yang turut memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menggerakkan inisiatif berbasis komunitas.
"PATBM merupakan ujung tombak dalam merespons cepat setiap potensi pelanggaran hak anak, sehingga sinergi antara kebijakan provinsi dan aksi nyata masyarakat di Kabupaten Banjar ini sangat krusial," tegasnya.

Salam Perlindungan
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta dari tingkat kelurahan dan desa dapat memperkuat kelembagaan PATBM dan menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi tumbuh kembang anak.
Demi menjaga kenyamanan dan pengalaman terbaik mengunjungi SerambiPikir, kami memilih tidak menggunakan iklan AdSense. Anda tetap dapat ikut merawat SerambiPikir melalui kontribusi sukarela. Dukungan Anda membantu ruang ini terus tumbuh dan tetap terbuka bagi semua.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan
pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya