Dilema Era Masyarakat 5.0: Kecanggihan Teknologi versus Kemanusiaan Kita
Sabet 9 Medali di Kejurda Piala Kapolda Sulsel, INKANAS UNIMERZ Buktikan Kualitas Pembinaan Atlet
Grup WhatsApp Wali Murid: Pertarungan Kultural
Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Pemilahan Sampah dan Urban Farming kepada Siswa SD Negeri Kassi
'Belanda Hitam'
Pilihan Editor
'Belanda Hitam'
Sajian Redaksi

Catatan Redaksi SerambiPikir.

Redaksi SerambiPikir 28 Jul
Kemiskinan yang Diwariskan Ruang Kelas
Sudut Pandang

Sekolah dipercaya sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Namun, melalui modal budaya dan reproduksi sosial, ruang kelas juga dapat mempertahankan ketimpangan. Bagaimana pendidikan dapat benar-benar memutus rantainya?

A. Hasdiansyah 21 Jul
Lebah Kecil Penjaga Hutan Sulawesi
Sains Populer

Wallacetrigona incisa, lebah tanpa sengat endemik Sulawesi, menjaga regenerasi hutan pegunungan Luwu Utara melalui penyerbukan. Namun, habitatnya terancam deforestasi dan panen madu destruktif. Riset ini menunjukkan konservasi berbasis sains, mappurondo, dan partisipasi masyarakat dapat menjaga lebah, hutan, dan ekonomi lokal.

Andi Gita Maulidyah Indraswari 11 Jul
The Terminal: Kisah tentang Negara, Identitas, dan Kemanusiaan
Sorot Karya

Film The Terminal (2004) mengisahkan Viktor Navorski yang terjebak di bandara setelah negaranya dilanda kudeta, membuat paspornya tidak lagi berlaku. Tak bisa masuk ke Amerika Serikat maupun pulang, ia bertahan hidup di terminal sambil menjaga martabat, membangun persahabatan, dan membuktikan bahwa kemanusiaan sering kali melampaui batas-batas birokrasi.

Nashruddin Qawiyurrijal 03 Jul
Terkini
Sudut Pandang

Era Masyarakat 5.0 menjanjikan dunia serbacanggih. Namun, dunia pendidikan menghadapi dilema: apakah kita sedang mendidik manusia yang bijak, atau sekadar mencetak operator teknologi yang tumpul nalar dan minim empati?

Gilbeth Pramana Saputra 1 jam yang lalu
Sudut Pandang

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Ranting INKANAS UNIMERZ dalam ajang Kejurda INKANAS Piala Kapolda Sulsel. Dengan membawa semangat juang dan mental bertanding yang kuat, para karateka INKANAS UNIMERZ sukses menorehkan 9 medali: 2 emas dan 7 perak.

Ririn 7 jam yang lalu
Selasar Budaya

Grup WhatsApp Paguyuban Wali Murid telah menjelma menjadi semacam dewan pengawas tidak resmi bagi kualitas keorangtuaan kita. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 11 jam yang lalu
Suara Publik

Mahasiswa KKN Gelombang 116 Tematik Urban Farming Universitas Hasanuddin menggelar workshop edukasi lingkungan di SD Negeri Kassi, Makassar. Siswa belajar memilah sampah, mengenal urban farming, dan mendaur ulang sampah melalui kegiatan kreatif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

KKN URBAN FARMING MANGGALA 16 jam yang lalu
Selasar Budaya

Kita hidup dalam budaya yang mengajarkan ketangguhan, tetapi sering lupa memberi ruang bagi kerentanan. Di keluarga, sekolah, kerja, hingga media sosial, banyak orang belajar menyembunyikan luka demi terlihat baik-baik saja. Refleksi ini mengajak kita memaknai kembali arti "kuat" dan membangun budaya yang lebih berani mendengar, menerima, dan mengakui bahwa rapuh juga bagian dari menjadi manusia.

Meyvira Imanita Alyanti 28 Jul
Selasar Budaya

Grup WhatsApp sekolah anak memunculkan pertanyaan: siapa sebenarnya yang sedang bersekolah, anak atau orang tuanya? Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 28 Jul
Sudut Pandang

Drama Korea "Teach You a Lesson" menjadi cermin untuk melihat krisis perlindungan di sekolah Indonesia. Di tengah meningkatnya perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, pelajaran dari "Teach You a Lesson" adalah kita perlu sistem perlindungan hak pendidikan yang kolaboratif sebagai upaya preventif.

Ihwan Ridwan 27 Jul
Selasar Budaya

Grup WhatsApp warga perumahan adalah sebuah mikrokosmos yang merekam denyut nadi, kecemasan, serta ironi masyarakat urban dan sub-urban. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 27 Jul
Selasar Budaya

Grup WhatsApp kantor kita telah berevolusi menjadi instrumen pendisiplinan diri, kadang-kadang menjadi "teror". Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 26 Jul
Selasar Budaya

Grup WhatsApp Keluarga adalah panggung teater kesopanan, tempat memanggungkan harmoni, merawat tata krama, dan mengukuhkan hierarki kultural. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 25 Jul
Sudut Pandang

Tulisan ini mengkritik tajam gugatan kesejahteraan dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) yang elitis dan bias PTN. Mengatasnamakan "dosen Indonesia", perjuangan ini dinilai munafik karena mengabaikan realitas kelam dosen PTS yang dituntut kinerja setara namun digaji di bawah UMR. Penulis menuntut solidaritas nyata, bukan sekadar perjuangan elitis kelompok PTN semata.

Ilmar Andi Achmad 24 Jul
Sains Populer

Eksplorasi mendalam Epistemologi Ekonomi Adat kapal Penisi di Bulukumba. Riset Yuli Artati, Ilmar Andi Achmad, Halijah ini mengungkap matematika spiritual, transmisi tacit knowledge yang kebal AI, hingga resiliensi ekonomi adat pasca tragedi 1958.

Ilmar Andi Achmad 24 Jul
Menulis untuk Berdampak

SerambiPikir adalah ruang bagi siapa saja untuk berbagi perspektif, pengetahuan serta pengalaman yang berdampak bagi publik.

Kirim Tulisan →
Serambi Inspirasi

"Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah hidup itu sendiri."

— John Dewey

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah."

— Pramoedya Ananta Toer

"Membaca adalah jendela dunia, tetapi berpikir adalah pintu menuju kebijaksanaan."

— Nurcholish Madjid

"Ilmu tanpa amal adalah kesia-siaan, amal tanpa ilmu adalah kesesatan."

— Imam Al-Ghazali

"The function of education is to teach one to think intensively and to think critically."

— Martin Luther King Jr

"Demokrasi membutuhkan warga yang berpikir, bukan sekadar yang berbicara."

— Mohammad Hatta

"Gagasan yang baik tidak lahir dari kebisingan, tetapi dari keberanian untuk berpikir."

— Tan Malaka

"Membaca selamatkanmu dari kebodohan. Berdiskusi membawamu berpikir panjang. Menulis jalan menuju keabadian."

— Nashruddin Qawiyurrijal