Sekolah dipercaya sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Namun, melalui modal budaya dan reproduksi sosial, ruang kelas juga dapat mempertahankan ketimpangan. Bagaimana pendidikan dapat benar-benar memutus rantainya?
Wallacetrigona incisa, lebah tanpa sengat endemik Sulawesi, menjaga regenerasi hutan pegunungan Luwu Utara melalui penyerbukan. Namun, habitatnya terancam deforestasi dan panen madu destruktif. Riset ini menunjukkan konservasi berbasis sains, mappurondo, dan partisipasi masyarakat dapat menjaga lebah, hutan, dan ekonomi lokal.
Film The Terminal (2004) mengisahkan Viktor Navorski yang terjebak di bandara setelah negaranya dilanda kudeta, membuat paspornya tidak lagi berlaku. Tak bisa masuk ke Amerika Serikat maupun pulang, ia bertahan hidup di terminal sambil menjaga martabat, membangun persahabatan, dan membuktikan bahwa kemanusiaan sering kali melampaui batas-batas birokrasi.
Era Masyarakat 5.0 menjanjikan dunia serbacanggih. Namun, dunia pendidikan menghadapi dilema: apakah kita sedang mendidik manusia yang bijak, atau sekadar mencetak operator teknologi yang tumpul nalar dan minim empati?
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Ranting INKANAS UNIMERZ dalam ajang Kejurda INKANAS Piala Kapolda Sulsel. Dengan membawa semangat juang dan mental bertanding yang kuat, para karateka INKANAS UNIMERZ sukses menorehkan 9 medali: 2 emas dan 7 perak.
Grup WhatsApp Paguyuban Wali Murid telah menjelma menjadi semacam dewan pengawas tidak resmi bagi kualitas keorangtuaan kita. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.
Mahasiswa KKN Gelombang 116 Tematik Urban Farming Universitas Hasanuddin menggelar workshop edukasi lingkungan di SD Negeri Kassi, Makassar. Siswa belajar memilah sampah, mengenal urban farming, dan mendaur ulang sampah melalui kegiatan kreatif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Kita hidup dalam budaya yang mengajarkan ketangguhan, tetapi sering lupa memberi ruang bagi kerentanan. Di keluarga, sekolah, kerja, hingga media sosial, banyak orang belajar menyembunyikan luka demi terlihat baik-baik saja. Refleksi ini mengajak kita memaknai kembali arti "kuat" dan membangun budaya yang lebih berani mendengar, menerima, dan mengakui bahwa rapuh juga bagian dari menjadi manusia.
Grup WhatsApp sekolah anak memunculkan pertanyaan: siapa sebenarnya yang sedang bersekolah, anak atau orang tuanya? Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.
Drama Korea "Teach You a Lesson" menjadi cermin untuk melihat krisis perlindungan di sekolah Indonesia. Di tengah meningkatnya perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, pelajaran dari "Teach You a Lesson" adalah kita perlu sistem perlindungan hak pendidikan yang kolaboratif sebagai upaya preventif.
Grup WhatsApp warga perumahan adalah sebuah mikrokosmos yang merekam denyut nadi, kecemasan, serta ironi masyarakat urban dan sub-urban. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.
Grup WhatsApp kantor kita telah berevolusi menjadi instrumen pendisiplinan diri, kadang-kadang menjadi "teror". Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.
Grup WhatsApp Keluarga adalah panggung teater kesopanan, tempat memanggungkan harmoni, merawat tata krama, dan mengukuhkan hierarki kultural. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.
Tulisan ini mengkritik tajam gugatan kesejahteraan dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) yang elitis dan bias PTN. Mengatasnamakan "dosen Indonesia", perjuangan ini dinilai munafik karena mengabaikan realitas kelam dosen PTS yang dituntut kinerja setara namun digaji di bawah UMR. Penulis menuntut solidaritas nyata, bukan sekadar perjuangan elitis kelompok PTN semata.
Eksplorasi mendalam Epistemologi Ekonomi Adat kapal Penisi di Bulukumba. Riset Yuli Artati, Ilmar Andi Achmad, Halijah ini mengungkap matematika spiritual, transmisi tacit knowledge yang kebal AI, hingga resiliensi ekonomi adat pasca tragedi 1958.