Beranda/ Artikel/ Siaran Peristiwa/ Soroti Korupsi hingga Kri...

Soroti Korupsi hingga Krisis Ekologi, BEM Malang Raya Gelar “Doa untuk Ibu Pertiwi”

Dari Alun-Alun Kota Malang, BEM Malang Raya menggelar “Doa untuk Ibu Pertiwi”. Mimbar bebas, teatrikal, open donasi untuk NTT, hingga pernyataan sikap menjadi satu rangkaian untuk menyuarakan kegelisahan atas korupsi, pelaksanaan MBG, kebebasan demokrasi, dan krisis ekologis. Mereka mendesak pemerintah mengambil langkah nyata menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Redaksi SerambiPikir
29 Agustus 2026 3 menit baca
0

1788007700_body_51GLZOO1PiO3.webp

Dok. BEM Malang Raya

SerambiPikir, Malang - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya menggelar “Doa untuk Ibu Pertiwi” di Alun-Alun Kota Malang, Jumat (28/8) malam. Mengusung tema “Membangun Ibu Pertiwi Kembali” dan seruan “Ya Tuhan, selamatkan negeri kami”, kegiatan tersebut diisi dengan mimbar bebas, teatrikal, doa bersama, aksi solidaritas kemanusiaan, serta pembacaan pernyataan sikap.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB dan berlangsung kondusif. Mahasiswa dan masyarakat yang hadir mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai bagian dari suasana reflektif yang dibangun dalam kegiatan.

Selain menjadi ruang untuk menyampaikan kegelisahan dan pandangan mengenai kondisi bangsa, kegiatan tersebut juga diisi dengan open donasi untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi penggalangan donasi tersebut menjadi bagian dari solidaritas kemanusiaan yang dibawa dalam kegiatan.

1788008566_body_EmfLGxdY1yNp.webp

Dok. BEM Malang Raya

BEM Malang Raya turut menggunakan tagar #LekasSembuhNegeriku dan #KamiBersamaPati sebagai bagian dari pesan solidaritas dan keprihatinan terhadap kondisi masyarakat.

1788007701_body_OgrQPwD0vsqk.webp

Dok. BEM Malang Raya

Setelah rangkaian mimbar bebas dan teatrikal, peserta mengikuti doa bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap BEM Malang Raya yang memuat empat tuntutan, yakni pemberantasan korupsi, evaluasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), penghentian pembungkaman demokrasi, serta penanganan bencana ekologis.

Pernyataan Sikap BEM Malang Raya

Berikut pernyataan sikap yang disampaikan dalam kegiatan “Doa untuk Ibu Pertiwi”:

DARI MALANG, DOA UNTUK IBU PERTIWI

Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Rakyat Indonesia!!!

Hidup Perempuan yang melawan!!!

Hidup korban!!!

Jangan diam!!!

Hari ini, kami menundukkan kepala bukan karena menyerah, tetapi karena prihatin melihat wajah Ibu Pertiwi. Korupsi masih menggerogoti negara, rakyat masih menghadapi ketidakadilan, kebijakan yang seharusnya menyejahterakan justru menyisakan persoalan, sementara bencana ekologis terus mengancam kehidupan masyarakat. Dari Malang, kami menyampaikan doa sekaligus sikap agar negara kembali hadir dan menempatkan keselamatan serta kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama.

MAKA KAMI, BEM MALANG RAYA MENUNTUT:

1. Berantas korupsi tanpa pandang bulu.

Tegakkan hukum secara tegas, transparan, dan berkeadilan terhadap seluruh pelaku korupsi.

2. Evaluasi total pelaksanaan MBG.

Jamin keamanan pangan, kualitas, pengawasan, serta pertanggungjawaban atas setiap persoalan dan kasus keracunan yang terjadi.

3. Hentikan pembungkaman demokrasi.

Jamin kebebasan berpendapat, berkumpul, dan menyampaikan kritik tanpa intimidasi maupun represivitas.

4. Tanggapi bencana ekologis secara tegas dan serius.

Segera lakukan revitalisasi lingkungan dan pemulihan ekosistem yang rusak, hentikan praktik yang merusak lingkungan, serta tindak tegas pihak-pihak yang terbukti menyebabkan atau memperparah kerusakan ekologis.

Dari Malang, doa untuk Ibu Pertiwi.

Semoga negara tidak hanya mendengar suara rakyat, tetapi berani bertindak untuk menyelamatkannya.

Pernyataan sikap tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan “Doa untuk Ibu Pertiwi”. Melalui kegiatan ini, BEM Malang Raya memadukan refleksi, doa, solidaritas kemanusiaan, dan penyampaian sikap atas sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan bangsa.**

Rilis dikirim ke Redaksi SerambiPikir oleh Wahyuddin Fahrurrijal (Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Periode 2025–2026 dan Bendahara BEM Malang Raya).


Redaksi SerambiPikir

Ruang Gagasan, Rumah Pengetahuan

Ikuti Penulis
Komentar 0
Silakan Masuk terlebih dahulu untuk mengirim komentar.
Artikel Terkait
Siaran Peristiwa — Kirim informasi via WhatsApp SerambiPikir
Ketikkan keyword yang ingin Anda telusuri.