Mengulas dan mengapresiasi karya melalui resensi, kritik, dan telaah buku, film, maupun tokoh inspiratif. Kata kunci utama untuk orientasi rubrik ini adalah "mengulas dan mengapresiasi karya."
Tulisan ini mengulas polemik Perpres 111/2025 melalui kacamata psikologi moral Jonathan Haidt. Membedah benturan antara nilai komunal kelompok konservatif dan hak individu para aktivis HAM, “The Righteous Mind” mengungkap akar di balik polarisasi publik serta menekankan pentingnya batasan hukum yang tegas demi melindungi keselamatan setiap warga negara.
Sokola Rimba (2013), garapan Riri Riza dan Mira Lesmana, mengangkat kisah nyata Butet Manurung yang mengajar baca-tulis kepada Orang Rimba di hutan Bukit Duabelas, Jambi. Di balik premisnya yang sederhana, film ini menyimpan pertanyaan tajam: pengetahuan siapa yang berhak menentukan makna keberdayaan bagi komunitas yang telah lama hidup dengan epistemologinya sendiri?
Film The Terminal (2004) mengisahkan Viktor Navorski yang terjebak di bandara setelah negaranya dilanda kudeta, membuat paspornya tidak lagi berlaku. Tak bisa masuk ke Amerika Serikat maupun pulang, ia bertahan hidup di terminal sambil menjaga martabat, membangun persahabatan, dan membuktikan bahwa kemanusiaan sering kali melampaui batas-batas birokrasi.