Era Masyarakat 5.0 menjanjikan dunia serbacanggih. Namun, dunia pendidikan menghadapi dilema: apakah kita sedang mendidik manusia yang bijak, atau sekadar mencetak operator teknologi yang tumpul nalar dan minim empati?
Drama Korea "Teach You a Lesson" menjadi cermin untuk melihat krisis perlindungan di sekolah Indonesia. Di tengah meningkatnya perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, pelajaran dari "Teach You a Lesson" adalah kita perlu sistem perlindungan hak pendidikan yang kolaboratif sebagai upaya preventif.
Sekolah dipercaya sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Namun, melalui modal budaya dan reproduksi sosial, ruang kelas juga dapat mempertahankan ketimpangan. Bagaimana pendidikan dapat benar-benar memutus rantainya?
Mengapa pendidikan antikorupsi belum berhasil melahirkan generasi yang berintegritas? Persoalannya bukan terletak pada kurangnya pengetahuan tentang korupsi, melainkan kegagalan membentuk karakter melalui keteladanan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan antikorupsi hanya akan efektif jika kejujuran dibiasakan dalam kehidupan, bukan sekadar diajarkan di ruang kelas.
Tulisan ini menyoroti fenomena pasar gelap akademik akibat tuntutan publikasi internasional yang berorientasi pasar (academic capitalism). Hal ini memicu hilangnya integritas melalui praktik jurnal predator, jual-beli authorship, dan manipulasi afiliasi demi prestise administratif belaka.