Tantangan literasi Indonesia tidak cukup dijawab dengan mempertentangkan penghafalan dan pemahaman. Keduanya harus ditempatkan secara proporsional dalam proses ajar-mengajar.
Pekerjaan dalam ekosistem Grab bukan hanya sumber pendapatan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran masyarakat di era digital. Melalui pengalaman kerja, individu berpeluang mengembangkan literasi digital, komunikasi, manajemen waktu, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi. Namun, manfaat pembelajaran tersebut tidak otomatis atau merata sehingga perlu didukung pendidikan berkelanjutan
Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan Universitas Negeri Padang menggelar pengabdian di Panti Asuhan Aisyiyah Ampang, Padang. Kegiatan ini membekali remaja dengan keterampilan rias wajah, seni mehndi, serta strategi pemasaran jasa kecantikan sebagai bekal kemandirian ekonomi dan wirausaha.
Di era kecerdasan buatan, nilai seorang guru tidak diukur dari seberapa banyak informasi yang ia hafal, tetapi dari seberapa mampu ia membimbing manusia untuk berpikir, berkarakter, dan terus belajar.
Era Masyarakat 5.0 menjanjikan dunia serbacanggih. Namun, dunia pendidikan menghadapi dilema: apakah kita sedang mendidik manusia yang bijak, atau sekadar mencetak operator teknologi yang tumpul nalar dan minim empati?
Drama Korea "Teach You a Lesson" menjadi cermin untuk melihat krisis perlindungan di sekolah Indonesia. Di tengah meningkatnya perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, pelajaran dari "Teach You a Lesson" adalah kita perlu sistem perlindungan hak pendidikan yang kolaboratif sebagai upaya preventif.
Sekolah dipercaya sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Namun, melalui modal budaya dan reproduksi sosial, ruang kelas juga dapat mempertahankan ketimpangan. Bagaimana pendidikan dapat benar-benar memutus rantainya?
Mengapa pendidikan antikorupsi belum berhasil melahirkan generasi yang berintegritas? Persoalannya bukan terletak pada kurangnya pengetahuan tentang korupsi, melainkan kegagalan membentuk karakter melalui keteladanan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan antikorupsi hanya akan efektif jika kejujuran dibiasakan dalam kehidupan, bukan sekadar diajarkan di ruang kelas.
Tulisan ini menyoroti fenomena pasar gelap akademik akibat tuntutan publikasi internasional yang berorientasi pasar (academic capitalism). Hal ini memicu hilangnya integritas melalui praktik jurnal predator, jual-beli authorship, dan manipulasi afiliasi demi prestise administratif belaka.