Menyampaikan gagasan melalui opini, esai, dan analisis atas berbagai isu publik. Kata kunci utama untuk orientasi rubrik ini adalah "menyampaikan gagasan atas suatu isu."
Sebulan hidup bersama asap karhutla di Banjarbaru, ibu kota Kalimantan Selatan.
Refleksi teoretis tentang kepercayaan, toleransi sosial, dan respons komunitas
Tantangan literasi Indonesia tidak cukup dijawab dengan mempertentangkan penghafalan dan pemahaman. Keduanya harus ditempatkan secara proporsional dalam proses ajar-mengajar.
Pekerjaan dalam ekosistem Grab bukan hanya sumber pendapatan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran masyarakat di era digital. Melalui pengalaman kerja, individu berpeluang mengembangkan literasi digital, komunikasi, manajemen waktu, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi. Namun, manfaat pembelajaran tersebut tidak otomatis atau merata sehingga perlu didukung pendidikan berkelanjutan
Apa jadinya jika sebuah perkara serius dilihat dengan humor, ironi, dan sedikit kenakalan ala Mahbub Djunaidi?
Pendidikan Jasmani yang inklusif memberi setiap peserta didik kesempatan yang setara untuk belajar dan berkembang sesuai kemampuan serta kebutuhannya. Melalui pembelajaran yang fleksibel, Pendidikan Jasmani menjadi ruang yang adil, bermakna, dan menghargai keberagaman.
Esai ini menganalisis program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat dari kacamata ekonomi-politik. Melalui teori reproduksi sosial dan aparatus ideologis negara, tulisan ini mengkritik kebijakan populis tersebut bukan sekadar filantropi negara, melainkan instrumen struktural untuk merawat stamina biologis serta kedisiplinan calon tenaga kerja demi keberlangsungan industri.
Dari perspektif pendidikan masyarakat, tulisan ini mengkritik tata kelola lahan, dampak asap pada sekolah, dan lemahnya pelibatan warga dalam membangun pencegahan, kesadaran ekologis, serta perubahan sosial yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal secara bermartabat.
Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan propolis sebagai produk bernilai tambah sekaligus memperkuat keterampilan masyarakat. Program tahun kedua selanjutnya diarahkan pada pengelolaan koloni, tanaman pakan, branding, kelembagaan, usaha kolektif, serta monitoring untuk mendukung ekonomi lokal secara berkelanjutan
Mari merayakan hari kemerdekaan tidak hanya dengan sikap hormat saat bendera dinaikkan, tetapi juga dengan keberanian untuk mengibarkan nalar kritis di beranda pikiran kita. Sebab, bangsa yang benar-benar merdeka lahir dari keberanian warganya untuk berpikir secara merdeka.
Memang ada baiknya kita coba menepi sejenak dari kesibukan rutinitas hidup untuk merenung: untuk apa kita hidup dalam dunia ini? Mengapa keseharian hidup kita harus bermakna? Jika kita bisa menjawab pertanyaan ini. Kita sudah maju 2 langkah mengapa kita harus dan bertahan hidup dalam dunia.