Literasi Makna: Membangun Budaya Merenung sebagai Melek Literasi
Memang ada baiknya kita coba menepi sejenak dari kesibukan rutinitas hidup untuk merenung: untuk apa kita hidup dalam dunia ini? Mengapa keseharian hidup kita harus bermakna? Jika kita bisa menjawab pertanyaan ini. Kita sudah maju 2 langkah mengapa kita harus dan bertahan hidup dalam dunia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pernah menggambarkan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang ‘cerewet’ di media sosial. Bagaimana tidak, mayoritas masyarakat menghabiskan hampir 12 jam di depan layar gawainya untuk saling berdebat dengan orang lain maupun menanggapi sebuah isu viral. Mayoritas masyarakat terlalu cepat bereaksi terhadap isu viral. Budaya bermedia sosial mendorong tanggapan yang serba cepat sehingga kesempatan untuk merenung menjadi sempit. Kecenderungan semacam ini dapat ikut meningkatkan kerentanan terhadap hoaks, misinformasi, dan penilaian yang terburu-buru. Tidak heran, kondisi ini disebabkan oleh kebiasaan konsumtif yang serba cepat atau instan, tekanan sosial yang tinggi, dan minim mempunyai waktu merenung. Hal ini membuat masyarakat sering bertindak berdasarkan apa yang terlihat di permukaan ketimbang menelisik makna di dalam realita secara perlahan.
Di era serba digital ini. Membaca hanya dianggap sebagai aktivitas penyalinan informasi dari buku ke ingatan manusia. Saya menduga bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih belum terbiasa merenung, menemukan makna di dalam realita sehari-hari. Padahal merenung adalah bagian berliterasi. Indonesia akan menjadi bangsa yang melek literasi jika memiliki kebiasaan merenung. Di bawah ini, makna dari hasil perenungan akan berimplikasi pada keseharian hidup. 
Ilustrasi dibuat melalui Gemini AI
Arti dan Signifikansi Makna dalam Keseharian
Salah satu kemampuan khas manusia adalah mempertanyakan arti, tujuan, dan nilai dari kehidupannya. Manusia juga secara alamiah berusaha menafsirkan arti di balik berbagai pengalaman dan peristiwa yang dialaminya. Yogita Aggarwal, Asisten Profesor yang ahli di bidang Psikologi menandaskan dalam artikel blognya yang berjudul The Importance of Meaning in Life bahwa melalui penemuan makna hidup, manusia dapat memahami siapa dirinya. Artinya, manusia perlu dan penting mencari makna hidup sebagai proses bagian pengenalan diri sendiri.
Menurut Aggarwal, makna mempunyai pengaruh terhadap tingkat kesejahteraan hidup. Tidak sulit menemukan pengaruhnya di kehidupan sehari-hari. Kita ambil contohnya di dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, empat orang dapat memiliki kondisi hidup yang relatif sama: pekerjaan yang nyaman, tinggal di lingkungan yang serupa, dan memperoleh penghasilan di atas UMR. Namun, ketika menghadapi situasi sulit, kesamaan kondisi tersebut tidak selalu menghasilkan respons yang sama. Ada yang tetap bersyukur, ada yang menyalahkan keadaan atau orang lain, ada yang memilih diam, dan ada pula yang bersikap sinis. Salah satu faktor penting yang memengaruhi perbedaan respons tersebut adalah makna yang diberikan setiap individu terhadap peristiwa yang dialaminya.
Dalam filsafat Yunani ada istilah telos, yang artinya akhir, tujuan, atau sasaran yang ditargetkan. Meskipun telos merujuk pada tujuan, kata ini tidak identik dengan makna. Makna memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar tujuan. Tidak ada kata tunggal yang merepresentasikan kata Makna dalam bahasa Yunaninya. Makna melingkupi cara seseorang memahami eksistensinya, menemukan sebuah nilai di balik pengalaman, dan melihat signifikansi keberadaannya. Tujuan (telos) merupakan salah satu unsur yang membentuk makna.
Pencarian makna pada masing-masing individu melibatkan aspek eksternal dan internal. Makna hidup tidak muncul secara tiba-tiba. Manusia membutuhkan faktor di luar dirinya. Penyingkapan makna ditunjang oleh literatur yang dibaca, tuturan orang lain yang dapat dipercaya, dan wahyu menurut agama keyakinan individu. Ia terlibat secara aktif mencari tahu arti kenyataan yang terjadi dalam hidup dan sekitarnya. Dari sisi internal, manusia memiliki kesadaran dan aktif mengolah kumpulan informasi yang ditemukan menjadi sebuah prinsip dan nilai-nilai yang akan dianutnya sebagai tujuan keberadaannya di dunia.
Setidaknya ada 2 ciri-ciri manusia yang sudah menemukan makna hidupnya: pertama, Ia sudah memilih filosofi hidup yang dianggap sesuai dengan keinginannya sebagai tujuan. Kedua, Ia akan menggapai semaksimal mungkin tujuan itu sebagai hasrat yang harus dipenuhi. Makna hidup yang dijadikan sebagai tujuan itu yang akan menjadi patokan menilai realita sekitar. Pertimbangan sebelum mengambil keputusan juga turut dipengaruhi oleh makna hidup.
Implikasi Makna dalam Keseharian Hidup
Ketika individu memiliki makna. Ia berpeluang menjadi bijaksana, tergantung pada makna itu sendiri. Prinsipnya, makna memberikan orientasi yang jelas untuk tujuan seseorang. Orientasi tersebut menjadi kerangka pikir dalam menilai berbagai pilihan dan mengambil keputusan, sehingga mendorong seseorang bertindak dengan lebih bijaksana. Hikmat itulah yang menjadi bekal manusia dapat melewati dinamika kehidupan. Aggarwal melampirkan 4 fungsi makna dalam kehidupan manusia: Pertama, makna memberikan tujuan hidup. Kedua, makna memberikan otoritas yang menilai tindakan. Ketiga, makna memberi rasa kendali atas peristiwa dalam hidup. Keempat, makna menyematkan jati diri pada individu. Dalam kehidupan sehari-hari, fungsi makna dapat dilihat melalui tiga orientasi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Untuk momen masa lampau, makna menolong individu menemukan pelajaran hidup ketika menggali memori masa lalu. Prof Sen Senjaya, Profesor Kepemimpinan dan Manajemen di RMIT University menerangkan bahwa refleksi atas pengalaman adalah guru terbaik. Kalimat ini dapat dipahami dan dirasakan seutuhnya jika individu mempunyai kebiasaan merenung. Melalui merenung, individu menyingkapkan pesan-pesan dan nilai-nilai hidup yang terselubung di balik peristiwa. Bahkan dalam peristiwa pahit, tragedi pun dapat menghasilkan sebuah pelajaran hidup yang menjadi bekal menjalani hidup di masa kini dan akan datang.
Dalam konteks kehidupan masa kini, makna berfungsi sebagai kerangka berpikir yang membimbing individu mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum mengambil keputusan. Makna memberikan arah sekaligus pelindung sehingga seseorang terdorong untuk bertindak secara lebih bijaksana, bukan sekadar mengikuti dorongan sesaat. Karena itu, individu akan berusaha menghindari keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Keterbatasan pengetahuan manusia membuat seseorang tidak mampu memahami persoalan selengkap mungkin. Karena itu, individu memerlukan masukan dari orang lain yang memiliki pengetahuan, pengalaman, atau kebijaksanaan yang dapat dipercaya. Berbagai sudut pandang tersebut menjadi bahan pertimbangan yang membantu seseorang mengambil keputusan secara lebih arif.
Untuk momen masa depan, makna menggairahkan individu agar berjuang menjalani hidup. Perjuangan tanpa diselimuti oleh makna akan menjadi sekadar rutinitas tanpa arah. Ketika individu mempunyai makna. Ia mengusahakan menggapai tujuannya. Harapan dapat muncul karena seseorang mempunyai sasaran. Dengan demikian, manusia selalu mempunyai alasan mengapa hidup harus diperjuangkan.
Di tengah dunia yang semakin mendambakan kecepatan dan instan. Kita butuh merenung. Merenung ialah proses memperlambat diri untuk memberi kesempatan pikiran-hati menafsirkan dan mengevaluasi pengalaman hidupnya. Melalui pencarian akan makna, manusia akan mempunyai alasan kokoh mengapa hidup harus diperjuangkan. Berliterasi makna adalah tindakan individu yang membaca, menafsirkan, merefleksikan, dan mengintegrasikan ragam pengalaman, informasi sehingga individu dapat terarah dan signifikan bagi dirinya sendiri dan sekitar. Sebagai penerapan dalam tulisan ini. Berinteraksi dengan berbagai sumber pengetahuan, seperti buku pengembangan diri, karya filsafat, kitab suci sesuai keyakinan masing-masing, serta lingkungan sosial, dapat membantu memperluas sekaligus memperdalam cara pandang seseorang terhadap dunia.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan
pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya