Menjelang yudisium, calon alumni Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin diajak melihat dunia kerja lebih luas melalui “Psychology Goes Global”. Pembekalan bersama BP3MI Kalimantan Selatan membahas peluang karier internasional, kesiapan global, serta pentingnya memahami jalur kerja luar negeri yang legal, aman, dan terlindungi.
Antusiasme masyarakat mewarnai Job Fair Kalimantan Selatan 2026. Stan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Selatan menjadi salah satu pusat layanan yang banyak dikunjungi pencari kerja untuk berkonsultasi mengenai peluang kerja di luar negeri, prosedur penempatan resmi, dan pentingnya menghindari jalur nonprosedural.
Implementasi E-Vokasi menjadi fokus pembahasan dalam rapat tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, Selasa (4/8). Selain pemutakhiran data, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dunia pendidikan dan pemerintah dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.
BP3MI Kalimantan Selatan memperkenalkan konsep BMW+ kepada siswa kelas XII dan alumni SMK di Banjarbaru sebagai perluasan orientasi karier setelah lulus. Selain bekerja, kuliah, dan wirausaha, lulusan juga diajak memanfaatkan peluang menjadi Pekerja Migran Indonesia secara legal dan terlindungi.
Sebagai bekal kembali ke masyarakat, klien panti sosial tuna sosial Barakat Cangkal Bacari dapat penyuluhan UU 18/2017 dari BP3MI Kalsel agar punya benteng diri kuat dari ancaman calo TPPO di lapangan.
Di balik tawaran kerja bergaji fantastis, ada ancaman eksploitasi dan kejahatan transnasional. Literasi digital dan migrasi aman adalah benteng pertama untuk melindungi diri.