Beranda/ Artikel/ Suara Publik/ Dosen Unimerz Hadirkan Ro...

Dosen Unimerz Hadirkan Robot Pelontar untuk Mendukung Pembinaan Atlet Disabilitas Tenis Meja Sulsel

Dosen Universitas Mega Rezky (Unimerz) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan memanfaatkan teknologi robot pelontar bola untuk meningkatkan teknik dasar dan self-efficacy atlet disabilitas tenis meja binaan NPCI Kota Makassar.

Hasnah
24 July 2026 3 mnt baca
0

1784811704_body_RL17OTTXXJw9.webp

Dosen Universitas Mega Rezky Laksanakan PKM DPPM Kemdiktisaintek 2026, Tingkatkan Teknik Dasar dan Self-Efficacy Atlet Disabilitas Tenis Meja Sulawesi Selatan, Kamis (23/7)

Makassar – Komitmen Universitas Mega Rezky dalam mendukung pengembangan olahraga disabilitas kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut mengusung tema "Peningkatan Kapasitas Teknik Dasar dan Self-Efficacy melalui Pelatihan Multiball Berbasis Robot Pelontar pada Atlet Disabilitas Tenis Meja Sulawesi Selatan." Program dilaksanakan di Pusat Latihan NPCI Kota Makassar, Kamis (23/7), dengan melibatkan atlet-atlet disabilitas binaan NPCI Kota Makassar.

Tim pelaksana PKM diketuai oleh Hasnah, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Andi Nahdia T. Walinga, S.Pd., M.Pd., dan Ns. Iqwan Syarif, S.Kep., M.Kep. Melalui kolaborasi multidisiplin, tim menghadirkan inovasi pelatihan berbasis teknologi robot pelontar bola (ball launcher robot) untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar sekaligus membangun kepercayaan diri (self-efficacy) para atlet.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan intensif melalui metode multiball berbasis robot pelontar yang dirancang secara sistematis. Pendekatan ini memungkinkan atlet melakukan repetisi gerakan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan akurasi, koordinasi, kecepatan respons, dan penguasaan teknik dasar secara lebih efektif. Selain itu, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat aspek psikologis atlet, khususnya keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menjalani proses latihan maupun menghadapi kompetisi.

Ketua tim pengabdian, Hasnah, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam proses latihan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan.

"Melalui pelatihan ini kami berharap atlet tidak hanya mengalami peningkatan keterampilan teknik dasar, tetapi juga memiliki self-efficacy yang lebih baik sehingga mampu berlatih dengan lebih percaya diri dan siap menghadapi berbagai kejuaraan. Penggunaan robot pelontar menjadi salah satu inovasi yang dapat mendukung proses latihan agar lebih efektif, efisien, dan terukur," ujarnya.

Antusiasme para atlet terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Penggunaan teknologi modern dipadukan dengan metode pelatihan yang interaktif memberikan pengalaman latihan yang berbeda dibandingkan metode konvensional. Atlet juga berkesempatan berlatih secara berulang dengan variasi arah, kecepatan, dan frekuensi bola yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Melalui program ini, Universitas Mega Rezky menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga yang inklusif, peningkatan prestasi atlet penyandang disabilitas, serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan mitra strategis. Kerja sama dengan NPCI Kota Makassar diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi pembinaan atlet disabilitas di Sulawesi Selatan.

Program PKM ini menjadi implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan olahraga yang inklusif di Indonesia.​

Disclaimer

Artikel ini merupakan karya penulis yang telah melalui proses penyuntingan redaksional. Pandangan, pendapat, data, dan interpretasi yang disampaikan menjadi tanggung jawab penulis serta tidak selalu mencerminkan sikap atau pandangan Redaksi SerambiPikir. Baca selengkapnya

Hasnah

Penulis aktif di SerambiPikir

Ikuti Penulis
Komentar 0
Silakan Masuk terlebih dahulu untuk mengirim komentar.
Artikel Terkait