Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Pemilahan Sampah dan Urban Farming kepada Siswa SD Negeri Kassi
Mahasiswa KKN Gelombang 116 Tematik Urban Farming Universitas Hasanuddin menggelar workshop edukasi lingkungan di SD Negeri Kassi, Makassar. Siswa belajar memilah sampah, mengenal urban farming, dan mendaur ulang sampah melalui kegiatan kreatif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Dokumentasi Pribadi
Makassar - Suasana ceria mewarnai SD Negeri Kassi, Manggala, Kota Makassar saat para siswa kelas V antusias mengikuti workshop edukasi lingkungan bertajuk Pilah Sampahmu & Hijaukan Kotamu: Langkah Kecil Laskar Cilik Penyelamat Bumi, pada Kamis (23/7) lalu. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui edukasi pemilahan sampah, daur ulang, dan praktik urban farming.
Workshop ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tematik Urban Farming Universitas Hasanuddin. Program ini menghadirkan kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum dan Sastra Inggris untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif kepada para siswa.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan cara memilah sampah organik, anorganik, kertas, dan limbah B3 rumah tangga. Mereka juga mengikuti demonstrasi urban farming sebagai upaya memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan tanaman yang bermanfaat bagi lingkungan.
Kolaborasi dua bidang ilmu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang saling melengkapi. Mahasiswa Ilmu Hukum mengedukasi pentingnya pemilahan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga lingkungan. Sementara itu, mahasiswa Sastra Inggris memperkenalkan konsep urban farming sekaligus mengenalkan kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan ekosistem hijau melalui pendekatan Bilingual Green Literacy.

Dokumentasi Pribadi
Selain menerima materi, para siswa juga diajak mengikuti tantangan membuat journaling kreatif dengan memanfaatkan bahan bekas. Aktivitas ini dirancang untuk mendorong kreativitas sekaligus menanamkan kebiasaan mendaur ulang sejak dini.
Salah satu pemateri, Putri Wahyuni Erianty A. Febri, mengaku terkesan dengan antusiasme para peserta.
"Antusiasme adik-adik siswa luar biasa tinggi, terutama saat sesi pembuatan journaling berbahan dasar sampah. Mereka tidak hanya memahami materi pemilahan dengan cepat, tetapi juga mampu mengolah kembali sampah menjadi karya yang kreatif dan bernilai."
Hal senada disampaikan pemateri lainnya, Aan Amira. Menurutnya, tingginya partisipasi siswa menjadi pengalaman yang berharga bagi seluruh tim pelaksana.
"Kegiatan ini sangat bernilai dan berdampak positif. Antusiasme para siswa saat menerima materi pemilahan sampah dan urban farming membuat seluruh usaha kami terasa sepadan. Kami berharap program edukasi seperti ini dapat terus dikembangkan pada pelaksanaan KKN berikutnya."
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Tematik Urban Farming Universitas Hasanuddin berharap gerakan Laskar Cilik Penyelamat Bumi dapat mendorong siswa SD Negeri Kassi untuk membiasakan diri memilah sampah, memanfaatkan kembali barang bekas, dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Artikel ini merupakan karya penulis yang telah melalui proses penyuntingan redaksional. Pandangan, pendapat, data, dan interpretasi yang disampaikan menjadi tanggung jawab penulis serta tidak selalu mencerminkan sikap atau pandangan Redaksi SerambiPikir. Baca selengkapnya