Mahasiswa Unhas Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga kepada Warga Desa Labbo, Bantaeng
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (1/8). Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sosialisasi pembuatan POC dari limbah rumah tangga di Desa Labbo, Kec. Tompobulu, Kab. Bantaeng, Sabtu (1/8) / Dokumentasi pribadi
Bantaeng - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Hasriani Hasran, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (1/8). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk yang ramah lingkungan serta mendukung upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik rumah tangga sebagai salah satu langkah sederhana dalam mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung mitigasi perubahan iklim. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa sisa sayuran yang selama ini dianggap sebagai sampah dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesuburan tanaman.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan POC menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, yaitu limbah sayuran, gula merah atau molase, EM4 (bakteri pengurai limbah organik agar jadi pupuk), dan air beras. Seluruh bahan dicampurkan ke dalam wadah galon, kemudian difermentasi selama beberapa minggu hingga menghasilkan pupuk organik cair yang siap digunakan. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses fermentasi, ciri-ciri POC yang telah matang, serta cara pengaplikasiannya pada tanaman dengan terlebih dahulu mengencerkannya menggunakan air.

Praktik pembuatan POC / Dokumentasi pribadi
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat Desa Labbo. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai teknik pembuatan, proses fermentasi, manfaat POC, serta cara penggunaannya pada berbagai jenis tanaman.
Hasriani Hasran, selaku mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin juga sangat berharap agar masyarakat Desa Labbo dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui kegiatan ini, kami sangat berharap agar masyarakat, khususnya di Desa Labbo, mampu mengolah limbah organik rumah tangga secara mandiri sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan pupuk yang bernilai guna," terangnya.
Pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk cair ini selain sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus pula mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap upaya menghadapi perubahan iklim.* (KKN 116 Unhas/Hasriani Hasran)
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan
pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya