KP2MI dan Perguruan Tinggi di Kalimantan Selatan Perkuat Implementasi E-Vokasi
Implementasi E-Vokasi menjadi fokus pembahasan dalam rapat tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, Selasa (4/8). Selain pemutakhiran data, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dunia pendidikan dan pemerintah dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.

KP2MI bersama perwakilan sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan pada Rapat Tindak Lanjut Kerja Sama dan Sosialisasi E-Vokasi, Selasa (4/8) / Dok. Humas BP3MI Kalsel
SerambiPikir - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan memperkuat implementasi platform E-Vokasi melalui Rapat Tindak Lanjut Kerja Sama dan Sosialisasi E-Vokasi yang diselenggarakan di Ruang Wasaka 3, Gedung Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Selasa (4/8).
Pemilihan ULM sebagai lokasi penyelenggaraan tidak terlepas dari keberadaan Migrant Center ULM, pusat layanan terpadu bagi calon pekerja migran Indonesia yang diresmikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 23 Juni 2026 lalu. Kehadiran Migrant Center tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja global melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah.
Rapat dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat, Irwansyah, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara perguruan tinggi dan KP2MI dalam memperkuat pendidikan vokasi. Menurutnya, sinergi tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing sekaligus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Dekan FISIP ULM, Irwansyah, membuka kegiatan secara resmi / Dok. Humas BP3MI Kalsel
Selanjutnya, agenda rapat dipimpin oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia, Abri Danar Prabawa. Turut hadir Tenaga Ahli Madya Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Gusti Komarudinsyah, Kepala BP3MI Kalimantan Selatan Ady Eldiwan, serta pimpinan perguruan tinggi, tim teknis, dan tim pengelola data dari sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, yakni Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Sari Mulia, Universitas Borneo Lestari, Universitas Nahdlatul Ulama, Universitas Islam Negeri Antasari, Universitas Achmad Yani, dan Universitas Terbuka Banjarmasin.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia KP2MI, Abri Danar Prabawa, memimpin Rapat Tindak Lanjut Kerja Sama dan Sosialisasi E-Vokasi / Dok. Humas BP3MI Kalsel
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara KP2MI dengan perguruan tinggi dalam memperkuat kelembagaan vokasi sekaligus memastikan kesiapan implementasi platform E-Vokasi. Peserta memperoleh pemaparan mengenai implementasi sistem, pembahasan tindak lanjut kerja sama, serta pendampingan kepada tim teknis dan tim pengelola data untuk melengkapi, memverifikasi, dan memutakhirkan data pada aplikasi E-Vokasi.
Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia, Abri Danar Prabawa, menekankan bahwa ketersediaan data yang akurat menjadi aspek penting dalam mendukung penyusunan kebijakan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menurutnya, pengelolaan data yang baik akan menjadi fondasi bagi penyusunan program yang lebih tepat sasaran serta mendukung penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.
Selain implementasi E-Vokasi, peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai program SMK Go Global, yang bertujuan memperluas akses lulusan pendidikan vokasi terhadap peluang kerja di luar negeri melalui jalur resmi. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Wakil Rektor I Universitas Sari Mulia, Dede Mahdiyah, saat menyampaikan kesiapan pihaknya bersinergi dalam penyiapan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia / Dok. Humas BP3MI Kalsel
Melalui pertemuan ini, KP2MI dan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan memperkuat koordinasi dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis data. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi, memahami prosedur bekerja di luar negeri secara legal, serta siap memanfaatkan peluang kerja global dengan pelindungan yang memadai.* (Rilis Humas BP3MI Kalimantan Selatan)