Pencari Kerja Antusias Manfaatkan Layanan BP3MI Kalsel di Job Fair Kalsel 2026
Antusiasme masyarakat mewarnai Job Fair Kalimantan Selatan 2026. Stan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Selatan menjadi salah satu pusat layanan yang banyak dikunjungi pencari kerja untuk berkonsultasi mengenai peluang kerja di luar negeri, prosedur penempatan resmi, dan pentingnya menghindari jalur nonprosedural.

Seremoni pembukaan Job Fair Kalsel 2026 di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, Selasa (4/8) / Dok. Humas BP3MI Kalsel
SerambiPikir - Ribuan pencari kerja memadati Job Fair Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Selasa (4/8). Di antara puluhan stan yang hadir, stan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Selatan menjadi salah satu titik layanan yang banyak dikunjungi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai peluang bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.
Job Fair dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, yang mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, setelah diawali dengan laporan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti. Turut hadir Tenaga Ahli Madya Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Gusti Komarudinsyah, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Abri Danar Prabawa, Kepala BP3MI Kalimantan Selatan Ady Eldiwan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan.

Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, membuka Job Fair mewakili Gubernur Kalsel / Dok. Humas BP3MI Kalsel
Usai seremoni pembukaan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan bersama rombongan meninjau stan BP3MI Kalimantan Selatan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peninjauan stan peserta yang menghadirkan berbagai layanan ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Sekdaprov Kalsel saat meninjau stan layanan BP3MI Kalsel / Dok. Humas BP3MI Kalsel
Selama kegiatan berlangsung, mulai 4-6 Agustus, stan BP3MI Kalimantan Selatan memberikan layanan informasi dan konsultasi mengenai peluang kerja di luar negeri, prosedur penempatan pekerja migran Indonesia secara resmi, persyaratan bekerja di negara tujuan penempatan, hingga informasi mengenai pelindungan yang diberikan pemerintah kepada pekerja migran Indonesia. Pengunjung juga memperoleh edukasi mengenai risiko penempatan nonprosedural serta pentingnya mengikuti mekanisme penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Layanan informasi dan konsultasi penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia BP3MI Kalsel pada Job Fair Kalsel 2026 / Dok. Humas BP3MI Kalsel
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang memanfaatkan layanan konsultasi. Sebagian besar ingin mengetahui peluang kerja di berbagai negara tujuan, persyaratan yang harus dipenuhi, serta tahapan yang perlu dilalui sebelum bekerja di luar negeri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat mengenai migrasi kerja masih cukup tinggi.
Keikutsertaan BP3MI Kalimantan Selatan dalam Job Fair menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi bagi masyarakat sekaligus mendorong meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi. Selain membuka akses terhadap peluang kerja global, pendekatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penempatan pekerja migran Indonesia secara nonprosedural.

Pencari kerja antusias memanfaatkan layanan BP3MI Kalsel pada Job Fair Kalsel 2026 / Dok. Humas BP3MI Kalsel
Melalui kegiatan seperti Job Fair, informasi mengenai kesempatan kerja di luar negeri tidak hanya menjadi lebih mudah diakses, tetapi juga disertai pemahaman mengenai hak, kewajiban, dan mekanisme pelindungan yang perlu diketahui oleh setiap calon pekerja migran Indonesia sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.* (Rilis Humas BP3MI Kalimantan Selatan)