Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 Ajak Warga Desa Belo Olah Limbah Organik Menjadi Eco-Enzyme
Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 mengajak masyarakat Desa Belo, Soppeng, mengolah limbah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme. Melalui edukasi dan demonstrasi, warga dikenalkan pada cara sederhana memanfaatkan kulit buah dan sisa sayuran sekaligus mengurangi sampah rumah tangga.

Program kerja individu mahasiswa KKN-T 116 / Dok. pribadi
Soppeng - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Inovasi Desa melaksanakan kegiatan cara pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga di Desa Belo, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk inovasi mahasiswa KKN-T dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayuran, agar memiliki nilai guna dan tidak langsung dibuang sebagai sampah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pengertian eco-enzyme, manfaat, bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Mahasiswa kemudian melakukan demonstrasi secara langsung dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga.

Mendemonstrasikan cara pembuatan eco-enzyme / Dok. pribadi
Penanggung jawab program kerja, Sri Suhernita, mahasiswa Program Studi Biologi, mengatakan bahwa pembuatan eco-enzyme menjadi salah satu alternatif sederhana dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi limbah organik rumah tangga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat mengetahui bahwa limbah organik rumah tangga masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Proses pembuatannya juga relatif sederhana sehingga dapat diterapkan secara mandiri di rumah,” ujar Sri Suhernita.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat proses pembuatan secara langsung dan memahami cara penyimpanan serta perawatan selama proses fermentasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat Desa Belo terhadap pengelolaan sampah serta mendorong penerapan kebiasaan memilah dan memanfaatkan limbah organik sejak dari rumah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 Inovasi Desa berupaya menghadirkan solusi sederhana dan aplikatif yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengurangi permasalahan limbah organik rumah tangga.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan
pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya