GELIA-BIOTIK Hadir di Desa Manuba: Mahasiswa Unhas Edukasi Probiotik dan Demonstrasikan Fermentasi Skala Rumah Tangga untuk Mendukung Imunitas Masyarakat
GELIA-BIOTIK merupakan program pengabdian mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin di Desa Manuba, Barru yang mengedukasi masyarakat tentang manfaat probiotik bagi kesehatan serta mendemonstrasikan pembuatan pangan fermentasi skala rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat secara mandiri.

Dokumentasi pribadi
Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin melaksanakan salah satu program kerja individu GELIA-BIOTIK (Gerakan Peduli Imunitas melalui Probiotik): Edukasi Peran Bakteri Baik dan Workshop Fermentasi Skala Rumah Tangga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Dusun Alakkang dan Barantang, Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya probiotik dalam menjaga kesehatan sekaligus memperkenalkan cara pembuatan produk fermentasi sederhana yang dapat dipraktikkan secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Program GELIA-BIOTIK diselenggarakan sebagai respons terhadap pentingnya literasi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai peran mikroorganisme baik atau probioik yang masih belum banyak dipahami. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan informasi kesehatan yang tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan penyampaian mengenai pengertian probiotik, manfaatnya bagi kesehatan, dan perannya dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berkontribusi terhadap sistem kekebalan tubuh. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai macam jenis pangan fermentasi yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar serta manfaatnya dalam pola konsumsi yang sehat. Penyampaian dilakukan secara interaktif menggunakan media edukasi yang sederhana sehingga peserta dapat mengikuti setiap pembahasan dengan baik.
Sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi produk fermentasi skala rumah tangga. Pada sesi ini, mahasiswa KKN memperagakan setiap tahapan pembuatan produk fermentasi, mulai dari penyiapan alat dan bahan yang akan digunakan, proses pembuatan, hingga cara penyimpanan yang benar sebagai penjaminan mutu produk. Demonstrasi ini tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung sehingga masyarakat memiliki gambaran yang jelas apabila ingin mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan suasana yang penuh antusiasme. Masyarakat Desa Manuba menunjukkan partisipasi yang aktif selama kegiatan berlangsung, baik pada sesi diskusi maupun tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang disampaikan mencerminkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap probiotik sebagai alternatif pangan yang bermanfaat.

Dokumentasi pribadi
Penanggung jawab pelaksana program, Muh. Rezky Fahreza Risal, menyampaikan bahwa GELIA-BIOTIK dikembangkan sebagai media edukasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik yang aplikatif sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
"Melalui program GELIA-BIOTIK, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya probiotik bagi kesehatan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengolah produk fermentasi secara mandiri. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat terus diterapkan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kesehatan keluarga," ujarnya.
Program GELIA-BIOTIK merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam menghadirkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat literasi kesehatan, mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Manuba.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan
pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya