E-Katalog: Mengenal Kekayaan Hijau Tamangapa melalui QR Code
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin mengembangkan E-Katalog berbasis QR Code untuk mengenalkan potensi tanaman pangan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Tamangapa, Kota Makassar. Inovasi ini memadukan identifikasi tanaman dan teknologi digital sebagai media edukasi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan urban farming yang lebih informatif dan berkelanjutan.
Makassar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Identifikasi dan Digitalisasi Tanaman Pangan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui Pembuatan E-Katalog Berbasis QR Code sebagai Pendukung Urban Farming di Kelurahan Tamangapa, Kota Makassar.” Kegiatan ini dilaksanakan di Mabes Kompas Archery, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).

E-Katalog / Dok. Pribadi
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik dengan tema Urban Farming yang berfokus pada pemanfaatan potensi tanaman yang tumbuh di lingkungan masyarakat. Berangkat dari banyaknya tanaman yang ditemukan di sekitar pekarangan, lahan terbuka, dan lingkungan permukiman, mahasiswa melakukan pendataan serta identifikasi terhadap berbagai jenis tanaman yang memiliki potensi sebagai tanaman pangan maupun TOGA.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya mencatat nama tanaman, tetapi juga melakukan dokumentasi dan pengumpulan informasi mengenai karakteristik tanaman, bagian yang dapat dimanfaatkan, habitat, serta pemanfaatannya. Beberapa tanaman yang berhasil didokumentasikan antara lain kelor, jahe, cabai, mangga, padi, terong, ciplukan, meniran, kumis kucing, rambusa, kersen, rumput teki, kirinyuh, tembelekan, serta berbagai tanaman lain yang ditemukan di lingkungan Kelurahan Tamangapa.
“Kami ingin tanaman yang ada di sekitar masyarakat tidak hanya dikenali berdasarkan nama lokalnya, tetapi juga memiliki informasi yang dapat diakses dengan mudah. Karena itu, hasil identifikasi kami dikembangkan menjadi E-Katalog yang dapat diakses melalui QR Code,” ujar Furqan Murzab Abbas , Penangungjawab Program.

Penyerahan Peta Kepada Aparat Tamangapa / Dok. Pribadi
Salah satu keunikan program ini terletak pada pemanfaatan teknologi digital. Informasi tanaman yang telah dikumpulkan kemudian disusun dalam bentuk E-Katalog yang dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat.
Setiap tanaman memiliki halaman informasi tersendiri yang memuat foto tanaman, nama lokal, nama ilmiah, ciri-ciri, habitat, bagian tanaman yang dimanfaatkan, manfaat, serta informasi budidaya dan pemanfaatan. Informasi tersebut kemudian dapat diakses melalui QR Code, sehingga masyarakat cukup menggunakan telepon pintar untuk memperoleh informasi mengenai tanaman yang ingin diketahui.
Konsep tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan pengenalan tanaman menjadi lebih praktis dan menarik, terutama bagi masyarakat dan generasi muda yang sudah terbiasa menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mencoba menggabungkan ilmu Biologi dengan teknologi sederhana yang dekat dengan masyarakat. Jadi, ketika warga menemukan tanaman di lingkungan sekitar, mereka nantinya bisa memindai QR Code dan mendapatkan informasi mengenai tanaman tersebut,” tambah Furqan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan urban farming di Kelurahan Tamangapa. Urban farming tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menanam, tetapi juga mencakup bagaimana masyarakat mengenali dan memanfaatkan potensi tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar secara tepat.
Melalui E-Katalog, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dasar mengenai berbagai tanaman yang tumbuh di sekitar mereka. Informasi tersebut juga dapat menjadi dokumentasi awal mengenai keanekaragaman tanaman yang ditemukan di wilayah Kelurahan Tamangapa.

Pemasangan E-Katalog di Kelurahan Tamangapa / Dok. Pribadi
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya dalam bidang identifikasi tumbuhan, dokumentasi, pengelolaan informasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
Sebagai luaran program, mahasiswa menghasilkan E-Katalog Tanaman Pangan dan TOGA Kelurahan Tamangapa yang dilengkapi dengan QR Code. E-Katalog tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai luaran kegiatan KKN, tetapi dapat terus dikembangkan dengan menambahkan jenis tanaman baru yang ditemukan di lingkungan kelurahan.
“Harapannya, E-Katalog ini bisa terus digunakan dan dikembangkan meskipun kegiatan KKN telah selesai. Jika ada tanaman baru yang ditemukan, informasinya dapat ditambahkan sehingga katalog ini menjadi dokumentasi digital tanaman yang ada di Tamangapa,” harap Furqan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Tamangapa semakin mengenal potensi tanaman yang ada di lingkungan sekitar sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai media informasi. Dengan demikian, kegiatan urban farming tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga masyarakat yang lebih mengenal, memahami, dan menghargai potensi hayati di sekitarnya.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan
pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya