Dukungan Sukarela
Terima kasih telah berkenan mendukung SerambiPikir
QRIS SerambiPikir

SerambiPikir, Digital & Kreatif
NMID: ID1026593396819

Buka aplikasi e-wallet atau m-banking Anda, scan kode QRIS di atas, lalu masukkan nominal secara manual sesuai keinginan.

(OPSIONAL) Anda dapat melakukan konfirmasi apakah dukungan Anda telah kami terima dengan mengubungi kami melalui Official WhatsApp SerambiPikir +6285111326840

Standar QRIS Bank Indonesia · Berlaku di semua e-wallet & bank
Beranda/ Artikel/ Sanggar Sastra/ terkubur hidup-hidup

terkubur hidup-hidup

A. Hasdiansyah
19 September 2026 3 menit baca
0

terkubur hidup-hidup

A. Hasdiansyah

aku pernah jatuh

di tanah yang bahkan enggan

menyimpan gema namaku.


remuk sedemikian rupa

hingga mengumpulkan diri sendiri

serupa pekerjaan tanpa ujung

terlalu panjang

untuk dituntaskan dalam satu usia.


ada luka yang tidak berdarah

Ia tinggal di belakang mata,

di antara dada dan ingatan,

menyala setiap kali malam sunyi.


tak seorang pun melihatnya.

setiap pagi, ia terjaga lebih dahulu dariku,

membisikkan kembali

segala yang belum mampu kulepaskan.


bertahun-tahun

kubawa ia seperti bayang-bayang

yang tak pernah letih

mengikuti tubuhnya sendiri.


mereka berkata,

waktu akan menyembuhkan.

mereka tak tahu,

waktu hanya mengajari manusia

menyembunyikan retaknya:

tersenyum di hadapan dunia,

berkata, “aku baik-baik saja,”

lalu runtuh setelah pintu dikatupkan.


ada malam ketika tangis ingin tumpah,

namun air mata pun

kehilangan jalan menuju wajah.


maka aku berhenti

menunggu kesembuhan.


aku belajar tinggal

bersama segala yang tak kembali

menyebut kehilangan

tanpa berharap ia menjawab,

melintasi tempat lama

tanpa memungut bayang-bayang

yang telah memilih pergi.


tak semua kehilangan

diciptakan untuk digantikan.


tak semua pengkhianatan

harus dimaafkan

agar langkah diteruskan.


ada pintu yang mesti ditutup,

meski sebagian diriku

tertinggal di baliknya.


aku pernah kalah berkali-kali,

hingga kekalahan mengenali wajahku,

kegagalan hafal jalan pulangku,

dan kejatuhan datang

tanpa perlu mengetuk.


ada hari ketika bangun dari ranjang

merupakan perlawanan paling sunyi.


mengenakan pakaian, membuka pintu,

dan berpura-pura sanggup

sudah cukup untuk disebut menang.


bukan karena aku tak takut.

aku takut.


pernah kugenggam hari esok

dengan tangan gemetar,

pernah kutatap langit

dan bertanya

mengapa hidup begitu murah hati

memberi alasan untuk menyerah.


namun hidup terlalu bengis

untuk kubiarkan menang

tanpa perlawanan.


maka aku tetap hadir

ketika dunia berharap aku lenyap,

tetap bekerja

ketika mereka menunggu kegagalanku,

tetap menanam

di tanah yang menolak benihku,

tetap menyisakan harapan

meski ia pernah mengkhianatiku.


sebab manusia boleh dihancurkan,

tetapi tak wajib

menjadi reruntuhannya sendiri.


kini lihatlah

yang tertinggal padaku

bukan aib.

ia peta


di sini aku kehilangan.

di sana aku dikhianati.

di sudut itu

aku berlutut begitu lama

hingga hampir lupa

bagaimana caranya berdiri.


ada nama yang tak lagi kusebut

bukan karena kulupakan,

melainkan karena menyebutnya

masih membuat udara

enggan tinggal di dada.


ada rumah yang tak lagi kutuju

bukan karena jalannya lenyap,

melainkan karena tak ada lagi diriku

yang menunggu di sana.


dan tepat di tempat

yang kukira menjadi akhir,

aku memulai lagi.


perlahan.

tanpa tepuk tangan,

tanpa saksi,

tanpa seorang pun tahu

betapa beratnya

mengembalikan tubuh

kepada kehidupan.


aku tak kembali

sebagai manusia yang sama.


ada sesuatu dalam diriku

yang telah mati.

biarlah.

tak semua yang mati

harus dibangkitkan.


ada kepolosan

yang mesti dikuburkan

agar keberanian

memiliki ruang untuk tumbuh.


ada kepercayaan

yang harus menjadi abu

agar aku belajar

tak menyerahkan seluruh diri

kepada tangan orang lain.

Kini aku tak meminta hidup

menjadi lebih lunak.


datanglah dengan badaimu.

bawalah kegagalan,

kehilangan,

dan malam-malam panjangmu.


aku telah mengenal gelap.

pernah tinggal di dalam rahimnya.

pernah berbicara kepada diri sendiri

agar tak benar-benar lenyap.


aku tahu rasanya

menunggu pagi

dengan dada penuh

oleh hal-hal

yang tak sanggup menjadi kata.


dan bila esok

aku kembali dijatuhkan,

akan kupungut

apa pun yang tersisa,

kususun kembali namaku

dari serpihan hari.


bukan karena aku telah utuh,

melainkan karena di dasar kehancuran

masih ada bagian kecil dariku

yang menolak menyerah.


sebab setelah segala yang mencoba

menguburku hidup-hidup,

akhirnya kupahami:

mereka mengira

aku sedang dikuburkan.

padahal aku sedang ditanam.


namun mereka keliru lagi.

yang tumbuh dari tanah itu

bukan seseorang yang tak pernah hancur,

melainkan seseorang

yang tahu persis

bagaimana rasanya dikubur

dan tetap memilih

menggerakkan akar.


aku tidak keluar

dari gelap sebagai cahaya.

aku keluar

dengan gelap masih melekat

di kedua tanganku—

namun kini

ia tidak lagi menutup jalan.

Ia menjadi bara.


dan ketika dunia menunduk,

mengira tak ada apa pun

yang tersisa dari namaku,

aku tak berteriak.


tak perlu.

cukup satu tarikan napas

cukup satu langkah

dari tanah yang pernah menelanku.


lalu, dari antara sunyi

yang mengira aku telah selesai,

kudengar suaraku sendiri—

bukan sebagai kesaksian,

melainkan sebagai putusan

aku pernah hancur.


pernah hilang

pernah hampir selesai

tetapi aku bukan sisa

dari semua yang gagal membunuhku.

aku adalah jawabannya.

aku masih di sini.


1789741483_body_qvj05T4RJvnO.webp

Ilustrasi digital


Peduli Literasi & Dukung SerambiPikir Terus Bertumbuh

Demi menjaga kenyamanan dan pengalaman terbaik mengunjungi SerambiPikir, kami memilih tidak menggunakan iklan AdSense. Anda tetap dapat ikut merawat SerambiPikir melalui kontribusi sukarela. Dukungan Anda membantu ruang ini terus tumbuh dan tetap terbuka bagi semua.

Disclaimer

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya

Komentar 0
Silakan Masuk terlebih dahulu untuk mengirim komentar.
Artikel Terkait
Siaran Peristiwa — Kirim informasi via WhatsApp SerambiPikir
Ketikkan keyword yang ingin Anda telusuri.