Cegah Risiko Stroke, Mahasiswi KKN-PK 69 Unhas Edukasi Warga Cilellang tentang Hipertensi
Mahasiswi KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin, Inayatu Dzil Izzah, mengedukasi warga Desa Cilellang, Kabupaten Barru, tentang pentingnya mengendalikan hipertensi untuk mencegah risiko stroke. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan senam bersama ini menghadirkan pakar gizi klinik dr. Nurbaya Syam sebagai narasumber utama.
Barru – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Gelombang 69 Universitas Hasanuddin, Inayatu Dzil Izzah, menggelar program edukasi kesehatan masyarakat bertajuk "Membangun Kesadaran Hipertensi: Patuh Obat serta Pengaturan Nutrisi untuk Bebas dari Risiko Stroke". Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (1/8/2026).
Dokumentasi Pribadi
Kegiatan yang diikuti puluhan warga dan tokoh masyarakat setempat ini berlangsung semarak karena dirangkaikan dengan senam bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Cilellang serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga yang hadir tampak antusias mengikuti pemeriksaan tekanan darah sejak pagi sebelum sesi edukasi dimulai.

Dokumentasi Pribadi
Dalam pemaparannya, Inayatu Dzil Izzah menekankan pentingnya deteksi dini dan pemahaman mengenai tekanan darah tinggi agar penanganan tidak terlambat.
"Hipertensi bukan sekadar angka di alat tensi, melainkan bentuk tekanan mekanis yang perlahan merusak pembuluh darah tanpa gejala jika tidak dikontrol dengan baik," ujar Inayah.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh pakar gizi klinik RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Nurbaya Syam, M.Kes, Sp.GK, Subsp. KM, yang hadir sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan bahaya laten hipertensi yang sering dijuluki sebagai silent killer.
"Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2023, dari 1,28 miliar penderita hipertensi di seluruh dunia, hanya 21 persen yang kasusnya terkontrol. Sementara itu, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kemenkes RI mencatat ada 21.459 kasus hipertensi di Sulawesi Selatan. Mengacu pada pedoman Joint National Committee 8 (JNC 8), hipertensi batas ≥ 140/90 mmHg yang dibiarkan tanpa penanganan konsisten berisiko fatal memicu stroke, penyakit jantung koroner, hingga gagal ginjal," jelas dr. Nurbaya.

Dokumentasi Pribadi
Suasana edukasi berlangsung interaktif saat masuk ke sesi diskusi. Beberapa warga aktif mengajukan pertanyaan seputar konsumsi obat jangka panjang dan pola makan harian. dr. Nurbaya menjelaskan bahwa obat hipertensi aman dikonsumsi sesuai petunjuk dokter dan wajib diimbangi dengan Dietary Approaches to Stop Hypertension (Diet DASH).
Warga diajak membatasi asupan garam dapur maksimal satu sendok teh per hari (≤ 2.000 mg natrium) serta membatasi konsumsi makanan olahan tinggi natrium seperti ikan asin, mi instan, bumbu kemasan, dan makanan kaleng. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya kalium, magnesium, dan kalsium untuk melenturkan pembuluh darah, diimbangi olahraga aerobik rutin minimal 150 menit seminggu.
Sebagai tindak lanjut program, peserta yang hadir dibagikan media edukasi berupa leaflet panduan Diet DASH dan catatan kontrol tensi harian. Melalui kegiatan kolaboratif ini, warga Desa Cilellang diharapkan tidak hanya merayakan hari jadi desanya, tetapi juga makin berkomitmen melakukan kontrol tekanan darah secara berkala di posyandu atau puskesmas terdekat demi mencegah risiko stroke sejak dini.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan
pandangan redaksi SerambiPikir.
Baca selengkapnya