Dari Alun-Alun Kota Malang, BEM Malang Raya menggelar “Doa untuk Ibu Pertiwi”. Mimbar bebas, teatrikal, open donasi untuk NTT, hingga pernyataan sikap menjadi satu rangkaian untuk menyuarakan kegelisahan atas korupsi, pelaksanaan MBG, kebebasan demokrasi, dan krisis ekologis. Mereka mendesak pemerintah mengambil langkah nyata menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Yang membedakan manusia bukan sekadar moral yang diakui, tetapi pilihan yang diambil ketika kesempatan datang.
Citra birokrasi tidak akan berubah jika ruang publik hanya dipenuhi berita korupsi. Praktik baik seperti penolakan gratifikasi perlu dipublikasikan secara proporsional sebagai bentuk edukasi, bukan pencitraan. Kejujuran yang dikomunikasikan secara konsisten dapat menjadi counter narasi yang memperkuat budaya integritas sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat.