Klasifikasi Tag: #whatsapp
Selasar Budaya

Grup WhatsApp komunitas hobi lahir atas dasar kehendak bebas murni sekumpulan manusia yang semula saling asing, dipersatukan oleh satu obsesi spesifik yang seringkali tidak masuk akal bagi orang awam. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 26 Agustus
Selasar Budaya

Grup WhatsApp jual-beli warga perumahan adalah etalase paling jujur sekaligus paling absurd tentang bagaimana kapitalisme mikro beroperasi di tingkat akar rumput. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 25 Agustus
Selasar Budaya

Grup WhatsApp mata kuliah memang berumur pendek. Tapi, grup ini adalah saksi bisu dari jutaan kegelisahan intelektual anak muda yang sedang mencoba mencari arah masa depan mereka. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 20 Agustus
Selasar Budaya

Grup WhatsApp Bimbingan Skripsi adalah perwujudan dari monarki digital absolut di lingkungan kampus. Denyut nadi akademis, kelulusan, hingga kewarasan mental mahasiswa dipertaruhkan di ruang ini. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 13 Agustus
Selasar Budaya

Kewarasan kita di dunia yang gila ini tidak diselamatkan oleh ribuan pengikut di media sosial, melainkan oleh tiga atau empat orang teman "berandal" di grup close friend. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 11 Agustus
Selasar Budaya

Grup WhatsApp Arisan membuktikan bahwa kadang-kadang, cara terbaik untuk bertahan dari kerasnya beban kehidupan domestik adalah dengan menertawakannya bersama. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 10 Agustus
Selasar Budaya

Grup WhatsApp Alumni adalah sebuah “mesin waktu digital” yang awalnya penuh dengan nostalgia, kemudian berubah menjadi arena pertarungan nasib. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 06 Agustus
Selasar Budaya

Grup WhatsApp organisasi adalah panggung pertunjukan paling relevan bagi "hukum besi oligarki" di era digital. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 05 Agustus
Selasar Budaya

Grup WhatsApp Jemaah adalah wujud nyata dari upaya manusia modern untuk membangun “ruang sakral” di dalam gawainya yang profan. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 03 Agustus
Selasar Budaya

Grup WhatsApp Pejabat Struktural adalah ruang digital yang eksklusif, tempat orang-orang yang harus terus menjaga keseimbangan antara tuntutan birokrasi dan nurani kemanusiaan yang tersisa. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 31 Juli
Selasar Budaya

Grup WhatsApp kepanitiaan adalah "kuburan digital" yang bersemayam jauh di bahwa obrolan aktif kita sehari-hari. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 30 Juli
Selasar Budaya

Grup WhatsApp Paguyuban Wali Murid telah menjelma menjadi semacam dewan pengawas tidak resmi bagi kualitas keorangtuaan kita. Tulisan ini merupakan bagian dari seri artikel sosiologis bertajuk "Anatomi Grup WhatsApp" yang membedah realitas sosio-kultural di dalam ruang obrolan digital kita sehari-hari.

Najamuddin Khairur Rijal 29 Juli
Menulis untuk Berdampak

SerambiPikir adalah ruang bagi siapa saja untuk berbagi perspektif, pengetahuan serta pengalaman yang berdampak bagi publik.

Kirim Tulisan →
Serambi Inspirasi

"Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah hidup itu sendiri."

— John Dewey

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah."

— Pramoedya Ananta Toer

"Membaca adalah jendela dunia, tetapi berpikir adalah pintu menuju kebijaksanaan."

— Nurcholish Madjid

"Ilmu tanpa amal adalah kesia-siaan, amal tanpa ilmu adalah kesesatan."

— Imam Al-Ghazali

"The function of education is to teach one to think intensively and to think critically."

— Martin Luther King Jr

"Demokrasi membutuhkan warga yang berpikir, bukan sekadar yang berbicara."

— Mohammad Hatta

"Gagasan yang baik tidak lahir dari kebisingan, tetapi dari keberanian untuk berpikir."

— Tan Malaka

"Membaca selamatkanmu dari kebodohan. Berdiskusi membawamu berpikir panjang. Menulis jalan menuju keabadian."

— Nashruddin Qawiyurrijal
Ketikkan keyword yang ingin Anda telusuri.